GRESIK – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026). Program tersebut menghadirkan 166 rumah yang dibangun, direnovasi, dan direvitalisasi di atas lahan seluas sekitar 7 hektare, lengkap dengan infrastruktur dasar kawasan sebagai wujud kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam menghadirkan permukiman yang lebih layak huni, sehat, dan berkelanjutan.

Peresmian tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ronny Ariuly Hutahayan, serta masyarakat Desa Campurejo.

Menko AHY menegaskan rumah layak merupakan fondasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Sebelum berbicara mengenai produktivitas dan kualitas hidup, kita harus memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Menko AHY.

Program DAK Tematik PPKT di Desa Campurejo tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak, tetapi juga menata kawasan secara menyeluruh melalui pembangunan jaringan air bersih, saluran rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tandon air, jalan lingkungan, drainase, serta berbagai fasilitas sanitasi. Menurut Menko AHY, pendekatan tersebut menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif.

Menurut Menko AHY, keberhasilan program tersebut menjadi bukti penanganan kawasan kumuh membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Program ini membuktikan bahwa persoalan permukiman hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha harus terus bergandengan tangan menghadirkan kawasan yang lebih layak huni,” kata Menko AHY.

Pelaksanaan Program DAK Tematik PPKT melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Gresik, hingga dukungan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Menko AHY menambahkan program penataan kawasan permukiman merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto yang terus dikawal pelaksanaannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berdampak langsung.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan program penataan kawasan permukiman akan terus dilanjutkan. Program yang diresmikan di Desa Campurejo merupakan pelaksanaan Tahun Anggaran 2025, sementara pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merencanakan pengembangan di enam lokasi lainnya sesuai kapasitas pemerintah.

“Insya Allah tahun ini akan ada enam lokasi lagi yang akan kami lanjutkan. Penanganan kawasan kumuh membutuhkan kerja bersama dan dilakukan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati lingkungan permukiman yang layak,” ujar Gubernur Khofifah.

Khofifah menambahkan secara nasional masih terdapat sekitar 6.000 kawasan yang masih terkategori sebagai kawasan kumuh, termasuk sejumlah kawasan di Jawa Timur. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi penting agar penataan kawasan terus diperluas.

Menutup keterangannya kepada awak media, Menko AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan transformasi kawasan kumuh secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

“Kita akan terus melakukan transformasi, mengubah kawasan-kawasan kumuh menjadi kawasan permukiman yang lebih layak huni, sehat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat,” tegas Menko AHY.

Melalui Program DAK Tematik PPKT, pemerintah berharap semakin banyak kawasan permukiman yang bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertata, dan produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan wilayah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.