Tasikmalaya, Jawa Barat — Founder Overlanding Indonesia sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa overlanding bukan sekadar perjalanan dan hobi otomotif, tetapi juga gerakan yang menjunjung adab, kebersamaan, budaya, kepedulian terhadap alam, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan wilayah.
Hal tersebut menjadi semangat Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026 bertema KALIMUSADA, yang digelar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 21–23 Agustus 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
KALIMUSADA diangkat sebagai simbol kebijaksanaan, kebenaran, keselamatan, dan pegangan hidup dalam kearifan lokal Sunda. Nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, seperti santunan anak yatim, aksi bersih sungai dan penanaman pohon, rehabilitasi lima rumah pemulung, penggalangan dana bagi korban gempa NTT, serta bantuan untuk madrasah di Tasikmalaya.
Ketua Dewan Penasihat Overlanding Indonesia sekaligus Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya memperkuat semangat agar overlanding terus berkembang sebagai gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Overlanding Indonesia Irjen Pol. Arif Rachman menegaskan bahwa setiap perjalanan harus disertai sikap menghormati daerah yang dilalui serta kearifan lokal yang tumbuh di dalamnya sebagai bagian dari semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita menjelajah bukan untuk menaklukkan alam, tetapi untuk belajar merendah dan menghormati tuan rumah. Kesaktian bukan pada kendaraan yang gagah, melainkan pada etika menjaga alam dan budaya.”
Jambore ini diikuti ribuan overlander dan komunitas dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah–DIY, Jawa Timur, Kalimantan Barat, hingga daerah lainnya.
Selain kegiatan komunitas, jambore juga diisi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diikuti sekitar 500 anggota Pramuka dari berbagai sekolah menengah di Kabupaten Tasikmalaya.
Bagi keluarga besar Overlanding Indonesia, KALIMUSADA menjadi pengingat bahwa perjalanan terbaik bukan diukur dari seberapa berat jalur yang berhasil dilalui, tetapi dari jejak kebaikan yang ditinggalkan sepanjang perjalanan.
OVERLANDING INDONESIA!
Aman, Nyaman, Barokah.





Leave A Comment