JAYAPURA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan percepatan pembangunan konektivitas untuk membuka keterisolasian dan menghubungkan seluruh wilayah di Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Menko AHY usai memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Konektivitas, dan Pengembangan Wilayah Papua dengan tema “Bersama Membangun Papua yang Maju, Aman, Damai, Adil, dan Sejahtera untuk Semua: Infrastruktur, Konektivitas & Sumber Daya Manusia” di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Jumat (18/9/2026).
Rakor dihadiri para pimpinan daerah dari enam provinsi di Tanah Papua serta bupati dan wali kota atau perwakilannya. Dari 42 kabupaten/kota, seluruhnya hadir atau mengirimkan perwakilan.
Pada kesempatan tersebut, Menko AHY menyampaikan jika kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama pembangunan konektivitas Papua. Hal ini terutama dirasakan di wilayah Papua Pegunungan yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan darat.
“Terutama Papua Pegunungan yang masih sulit ditembus akses jalan darat, termasuk juga kita ingin memastikan Trans Papua ini bisa benar-benar terhubung, mengintegrasikan semuanya,” ujar Menko AHY.
Selain jalan darat, pemerintah juga membahas penguatan transportasi udara melalui penerbangan perintis serta konektivitas laut melalui pelabuhan. Keduanya dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus kelancaran distribusi logistik.
Menko AHY menegaskan, pembangunan konektivitas harus mampu menghubungkan wilayah Papua secara menyeluruh, mulai dari antarprovinsi, antarkabupaten/kota, antardistrik hingga antarkampung.
“Pembangunan di Papua harus terus kita kejar. Kita ingin mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah atau provinsi lainnya di Indonesia,” tegas Menko AHY.
Melalui rakor tersebut, pemerintah pusat dan daerah menyatukan visi, misi, serta langkah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas di Tanah Papua.





Leave A Comment