JAKARTA – Pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara, diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pengelolaan limbah sekaligus mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau progres proyek tersebut, Kamis (5/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Di kota padat penduduk seperti Jakarta, pengelolaan air limbah berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
“Ketika sampah atau limbah tidak bisa kita kelola dengan baik, ini akan menjadi permasalahan serius bagi kesehatan masyarakat,” ujar Menko AHY.
Proyek strategis nasional yang dibangun melalui kerja sama dengan Jepang tersebut memiliki nilai pembangunan sekitar Rp7,7 triliun. Berdasarkan penjelasan yang diterima dalam kunjungan itu, progres pembangunan telah mencapai sekitar 76 persen, lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, dengan target penyelesaian pada September 2027.
Setelah selesai, fasilitas ini diharapkan dapat melayani sekitar satu juta penduduk atau kurang lebih 220 ribu rumah tangga. Menko AHY menekankan pentingnya mengawal pembangunan instalasi sekaligus jaringan perpipaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Pipa-pipa yang harus disiapkan juga harus sama-sama kita bangun dan kawal. Tentu Kementerian PU dalam hal ini bekerja sama secara ketat dengan Pemerintah DKI Jakarta dan pemerintah kota,” tuturnya.
Selain pengelolaan limbah, pembangunan ini juga berkaitan dengan upaya menjaga ketersediaan air bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap pengambilan air tanah. Menurut Menko AHY, ekstraksi air tanah secara berlebihan menjadi salah satu penyebab penurunan permukaan tanah yang perlu ditangani bersama.
“Sekali lagi, hari ini kita sama-sama ingin menghadirkan solusi yang lebih permanen terkait ketersediaan air bersih,” katanya.
Aspek edukasi turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Area observation deck di lokasi pembangunan diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa, untuk mengenal proses pengolahan air limbah, melakukan pembelajaran langsung, maupun mendukung kegiatan riset.
Menko AHY juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan. Ia mengingatkan agar percepatan pekerjaan selalu disertai perlindungan terhadap para pekerja.
“Kita kawal bersama-sama. Tetap safety first. Para pekerja kita harus aman dan selamat dalam melaksanakan pekerjaannya,” tegasnya.
Ke depan, penguatan infrastruktur dasar serupa diharapkan terus dikembangkan di kota-kota besar lainnya. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pemerintah mendorong kolaborasi pendanaan melalui investasi yang kredibel serta penggunaan teknologi yang efektif dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
Dalam peninjauan ini, Menko AHY didampingi Deputi Infrastruktur Dasar, Nazib Faisal; Staf Khusus Menko, Sigit Raditya; dan Tenaga Ahli Menko, Andi Mattalitti.
Turut hadir Direktur Jenderal Cipta Karya Meike Kencanawulan Martawidjaja; Direktur Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Sandhi Eko Bramono Poedjastanto; Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama; Ketua CPMU Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) R. Nuzulina Ilmiaty Ismail; Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan; serta Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto.





Leave A Comment