LEMBANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbagi pengalaman saat memimpin Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Dalam Dialog Kebangsaan di Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026), Menko AHY menegaskan pemberantasan mafia tanah bukan sekadar penegakan hukum, melainkan juga upaya memulihkan hak masyarakat agar dapat kembali hidup tenang.

Menko AHY menyoroti keluhan warga yang mengalami ketidakadilan akibat hak atas tanah mereka dipermainkan atau dirampas. Dalam situasi tersebut, kehadiran negara melalui penegakan hukum menjadi penting untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Kita juga sering mendengarkan keluhan warga yang mengalami ketidakadilan akibat dipermainkan oleh mafia tanah atau diganggu oleh siapa pun yang ingin mengambil hak mereka,” ujar Menko AHY.

Menko AHY mengenang kerja sama yang baik dengan jajaran Polri dalam mengungkap kasus mafia tanah di berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan penanganan kasus tidak hanya tercermin dari penegakan hukum, tetapi juga dari dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

“Paling tidak ada masyarakat yang lebih lega hidupnya, bisa lebih tenang karena haknya sudah dipulihkan,” ungkapnya.

Menko AHY menegaskan pemberantasan mafia tanah membutuhkan keseriusan dan penanganan dari hulu hingga hilir. Kepastian hukum atas tanah juga menjadi faktor penting untuk mendukung kegiatan ekonomi serta membuka kesempatan bagi masyarakat memanfaatkan haknya secara produktif.

Karena itu, Menko AHY berharap para peserta didik Sespim Polri membawa semangat perlindungan dan pelayanan masyarakat ketika kembali bertugas. Kedekatan dengan masyarakat menjadi landasan penting agar persoalan warga dapat dikenali dan ditangani secara tepat.

“Polri bersama masyarakat, saya rasa ini bukan hanya sekadar jargon, melainkan harus menjadi spirit,” tegasnya.

Dialog tersebut dihadiri 445 peserta didik dan dihadiri jajaran Pimpinan dan Koordinator Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri, antara lain Koordinator Widyaiswara Sespim, Irjen Pol, Tony Ariadi Effendi, Koordinator Widyaiswara Sespimti, Irjen Pol, Joko Setiono, serta Kepala Sespimti, Brigjen Pol, Eko Suprihanto.

Menko AHY turut didampingi Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, dan Irjen Pol Arief Rahman, serta Tenaga Ahli Menko, Brigjen TNI Rio Neswan dan Yudhi Prasetyo Purnomo.