JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya membangun infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kekuatan fondasi dan ketahanan terhadap berbagai risiko di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan Special Keynote Address pada 30th Annual Scientific Meeting Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Mengangkat tema “Building Resilient Indonesia: Stronger Foundations, Safer Infrastructure, Better Future”, Menko AHY menekankan kualitas suatu infrastruktur sangat ditentukan oleh aspek fundamental yang kerap tidak terlihat, yakni kondisi tanah dan kekuatan fondasinya.
“What lies beneath determines what stands above,” ujar Menko AHY.
Ia menjelaskan, jembatan, gedung bertingkat, maupun bendungan yang megah tidak akan memiliki tingkat keamanan yang memadai tanpa didukung perencanaan fondasi yang baik. Karena itu, peran para ahli geoteknik menjadi sangat penting dalam memastikan setiap pembangunan infrastruktur berdiri di atas landasan teknis yang kuat.
Menko AHY menyampaikan, Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, mulai dari ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik, perubahan iklim, disrupsi teknologi, hingga kesenjangan antarwilayah. Dalam menghadapi tantangan tersebut, infrastruktur memiliki peran strategis untuk menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, petani dengan pasar, serta membuka akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
Namun demikian, Menko AHY mengingatkan, ambisi pembangunan tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang berhasil dibangun.
“We must build better, build smarter, build safer, and build to last,” tegasnya.
Dalam kapasitasnya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut menjelaskan pemerintah terus mendorong orkestrasi kebijakan dan investasi lintas sektor, meliputi pekerjaan umum, transportasi, perumahan, pertanahan, tata ruang, hingga pembangunan kewilayahan. Sinkronisasi tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia juga menekankan fondasi pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengetahuan, integritas, kebijakan yang tepat, serta kepercayaan publik.
“Kita membutuhkan ambisi, tetapi juga tanggung jawab. Kita membutuhkan kecepatan, tetapi tidak boleh mengorbankan keselamatan. Kita membutuhkan investasi, tetapi yang paling utama adalah infrastruktur yang melayani masyarakat,” tutur Menko AHY.
Atas hal tersebut, Menko AHY mengajak HATTI untuk terus memperkuat kontribusi melalui pengembangan riset, peningkatan standar profesi, serta kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.
Menurutnya, Indonesia tidak dapat membangun bangsa yang tangguh di atas fondasi yang rentan. Dengan fondasi yang semakin kuat, infrastruktur yang lebih aman, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih tangguh menuju 2045.





Leave A Comment