CIKARANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, Indonesia harus memperkuat kapasitas nasional dan kepemimpinan internasional di tengah fragmentasi geopolitik global. Dalam Konvensi Nasional XVII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) di President University, Jababeka, Cikarang, Menko AHY mengingatkan pergeseran kekuatan dunia menuju multipolaritas tidak otomatis menghadirkan stabilitas dan perdamaian.
Menurut Menko AHY, dunia saat ini menghadapi paradoks besar. Globalisasi semakin menghubungkan negara-negara melalui perdagangan, teknologi, dan informasi, tetapi rivalitas kekuatan besar, konflik regional, dan melemahnya multilateralisme justru memperdalam fragmentasi. “Dunia semakin terkoneksi, tetapi semakin sulit membangun kepercayaan. Multipolaritas tidak otomatis menghadirkan stabilitas. Karena itu, Indonesia harus mampu membaca perubahan geopolitik secara jernih dan mengambil langkah strategis yang tepat,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menilai persaingan global tidak lagi terbatas pada kekuatan militer, tetapi juga mencakup teknologi, energi, perdagangan, mineral kritis, dan rantai pasok strategis. Kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional tanpa kehilangan kemampuan membangun kerja sama dengan berbagai kekuatan dunia. “Indonesia tidak boleh sekadar menjadi penonton sejarah atau mengikuti arus persaingan kekuatan besar. Kita harus memiliki kapasitas untuk menentukan pilihan sendiri, memperkuat pengaruh, dan ikut membentuk masa depan kawasan serta dunia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga menegaskan pentingnya kontribusi AIHII sebagai komunitas akademik yang mampu menghasilkan analisis geopolitik, pemetaan risiko, dan rekomendasi kebijakan berbasis data. Ia mengajak para akademisi hubungan internasional untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan langkah strategis Indonesia menuju 2045. “Masa depan dunia mungkin penuh ketidakpastian, tetapi masa depan Indonesia tidak boleh kita serahkan pada ketidakpastian. Indonesia Emas 2045 adalah masa depan yang harus kita perjuangkan dan wujudkan bersama,” katanya.
Forum yang mengangkat tema “Melampaui Fragmentasi: Konstelasi Kuasa, Inovasi dan Tata Kelola Global Masa Depan” ini juga dihadiri Rektor President University Handa Satyanugraha Abidin, Ketua Umum AIHII Agus Haryanto, serta sekitar 200 peserta yang terdiri atas guru besar, dosen, dan peneliti ilmu hubungan internasional dari 61 universitas di seluruh Indonesia.
Menko AHY didampingi Staf Khusus Menko, Agus Jovan Latuconsina, Merry Riana; Staf Khusus Menteri PU, Ahmad Khoirul Umam dan Tenaga Ahli Menko, Rio Neswan.





Leave A Comment