JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa menjaga demokrasi merupakan agenda besar yang tetap relevan dan semakin penting di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Dalam momentum menuju HUT ke-25 Partai Demokrat, AHY mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya soal pemilu, tetapi juga tentang kebebasan, supremasi hukum, partisipasi rakyat, serta pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan demokrasi yang semakin matang agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun geopolitik yang berkembang saat ini. “Demokrasi yang sehat memberikan ruang bagi rakyat untuk bersuara, berpartisipasi, dan ikut menentukan arah masa depan bangsa. Demokrasi bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan,” ujar AHY.
AHY juga menekankan pentingnya budaya politik yang santun, rasional, dan bertanggung jawab. Ia mengajak seluruh kader Demokrat untuk mengedepankan dialog, persatuan, dan solusi dalam menghadapi berbagai perbedaan.
Menurutnya, politik harus dijalankan sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan. “Politik yang baik adalah politik yang menghadirkan solusi. Tugas kita bukan menambah kegaduhan, tetapi memberikan harapan dan menjawab persoalan rakyat dengan kerja nyata,” tegas AHY.
AHY meyakini bahwa kekuatan demokrasi Indonesia terletak pada kemampuan seluruh elemen bangsa untuk menjaga kebebasan sekaligus memperkuat persatuan nasional. Karena itu, memasuki usia 25 tahun, Partai Demokrat berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari upaya menjaga demokrasi yang sehat, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Demokrat akan terus berdiri bersama rakyat, menjaga demokrasi, memperkuat keadilan, dan memajukan ekonomi Indonesia. Itulah semangat yang kami bawa memasuki seperempat abad perjalanan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkas AHY.





Leave A Comment