Cikeas, Jawa Barat: Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-3, lembaga think tank The Yudhoyono Institute (TYI) menyelenggarakan acara diskusi dan peluncuran dua buku monograf karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di LavAni Sport Center, Cikeas, Senin (10/8) malam.

Pada kesempatan ini, SBY meluncurkan dua buku sekaligus yang berjudul “Dunia Damai Jika Keadilan Tegak: No Justice, No Peace (2020)” dan “Pandemi Covid-19 Jangan Ada yang Dikorbankan: Manusia dan Ekonomi Keduanya Dapat Diselamatkan (2020)”.

Kedua buku ini secara menyeluruh menyuguhkan ‘fresh perspective’ dan sarat makna, yang secara genuine SBY sampaikan untuk menjadi bagian dari upaya menemukan solusi alternatif atas permasalahan bangsa dan dunia.

Dalam buku yang berjudul “Dunia Damai Jika Keadilan Tegak”, SBY menggarisbawahi kecenderungan munculnya instabilitas sosial dan politik di berbagai negara yang disebabkan oleh terkoyaknya rasa ketidakadilan. Untuk menghindari kian menguatnya instabilitas tersebut, maka kerja-kerja politik dan pemerintahan untuk menghadirkan rasa berkeadilan, menjadi syarat wajib bagi terwujudnya cita-cita perdamaian dunia.

Sedangkan dalam buku yang berjudul “Pandemi Covid-19 Jangan Ada yang Dikorbankan: Manusia dan Ekonomi Keduanya Dapat Diselamatkan (2020)”, SBY mencoba menjelaskan formula kebijakan publik yang sangat penting, untuk menyeimbangkan antara prioritas kesehatan warga dan juga penyelamatan ekonomi negara di era pandemi. Rumusan pemikiran SBY ini sangat penting mengingat kebijakan publik suatu negara seringkali terkecoh oleh penentuan prioritas utama di antara kedua target yang ada, di saat pandemi Covid-19 sudah menyebar ke lebih dari 215 negara di dunia.

Selain membahas dua topik buku karya SBY tersebut, 10 Agustus 2020 ini juga merupakan hari yang penting dan bersejarah bagi The Yudhoyono Institute (TYI). Hari ini adalah hari jadi TYI yang ke-3. Pada tahun 2017, di hari yang sama, tepatnya di Gedung Djakarta Theatre, TYI lahir atas insiasi dan gagasan dari Bapak SBY sebagai lembaga think-tank yang non-partisan dan independent, berbasiskan pada 3 pilar utama yaitu: ‘liberty’, ‘prosperity’ dan ‘security’.

Sebagai lembaga yang semakin berkembang, TYI terus berusaha mengkontribusikan gagasan dan pemikiran untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. TYI juga terus aktif menyuarakan aspirasi masyarakat Indonesia dan dunia. Meski masih muda, namun TYI telah aktif berkontribusi bagi negeri. Berbagai seminar dan diskusi publik telah TYI jalankan dengan baik dan mendapatkan sambutan luar biasa dari kalangan pelajar, mahasiswa dan berbagai lapisan masyarakat. Berbagai kampus besar yang tersebar di hampir semua provinsi di Indonesia telah disapa.

“Diskusi akademik di sejumlah universitas besar di luar negeri, lainya di Singapura, Jerman, Belanda, Belgia dan lainnya, juga telah berhasil dijalankan. Ke depan, TYI akan terus berkembang menjadi lembaga think tank yang lebih aktif, produktif dan juga senatiasa kontruktif dalam menyikapi berbagai macam persoalan sosial, ekonomi dan politik bangsa,” kata Mira Permatasari, Direktur TYI dalam sambutannya.

Selama ini, TYI dipimpin langsung oleh Direktur Eksekutif Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun sejak AHY terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada 15 Maret lalu, maka saat ini AHY sudah tidak aktif lagi di TYI dan akan fokus pada tugas-tugasnya memimpin partai politik.

Sementara itu, SBY yang sudah tidak lagi terlibat dalam day-to-day politics, maka kini beliau mencurahkan segala pemikiran dan berkontribusi aktif sebagai Chairman dari TYI ini.

Tampak hadir dalam acara ini antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono dan istri Aliya Rajasa, para mantan Menteri dan Pejabat Negara di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II antara lain mantan Panglima TNI Djoko Suyanto, mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, mantan Sekretaris Kabinet Dipo Alam, mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mantan Menteri Hukum dan HAM Indonesia Amir Syamsuddin, mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan, mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Pelaksanaan acara ini berjalan dengan khidmat dan juga dengan menjalankan protokol Covid-19 secara ketat; melalui pengetesan cepat (rapid test), penggunaan disinfektan, hingga pengaturan jaga jarak antar peserta diskusi juga dilaksanakan secara tertib dan terjaga. (bcr)