Jakarta: “Ragu-ragu …Lebih Baik Kembali” … “Pantang Menyerah” … “The Best View Comes After The Hardest Climb” …dan masih banyak lagi spanduk-spanduk kalimat penyemangat yang dipasang di area pelaksanaan Akademi Demokrat, Ciburial, Jawa Barat. Hari itu, Selasa 18 September 2018, para calon Taruna Akademi Demokrat yang sudah lulus administrasi, berdatangan untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya.

Akademi Demokrat yang digagas oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), angkatan pertama ini dikhususkan bagi anggota tim kampanye para calon anggota legislatif DPR RI Partai Demokrat yang berjuang di daerah pemilihan masing-masing pada Pilkada serentak 2018 lalu.

Sejak pengumuman seleksi disebarkan, para calon anggota legislatif DPR RI Partai Demokrat dari Aceh hingga Papua dengan suka cita langsung mengirimkan nama-nama anggota tim kampanyenya untuk mengikuti pendidikan ini. Bahkan karena membludak, seleksi akhirnya dibuka menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama pada 18 September sampai 30 September dan gelombang kedua pada 21 November hingga 3 Desember 2018.

Membawa nama baik caleg, para Taruna harus melewati seleksi awal yang dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Seleksi administrasi ini untuk memeriksa kelengkapan dan keabsahan data pribadi para calon Taruna. Lolos dari seleksi administrasi, mereka langsung dipanggil dan dikumpulkan di Ciburial, Jawa Barat untuk mengikuti seleksi berikutnya.

Pada tanggal 18 September 2019, para Taruna yang lolos seleksi administrasi gelombang pertama, mengikuti seleksi kesehatan dan seleksi psikologi. Seleksi kesehatan dilaksanakan untuk meyakinkan para calon Taruna sehat secara fisik untuk mengikuti pendidikan. Para Taruna melewati test kesehatan mulai dari kesehatan umum seperti tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, tingkat pernafasan, dan lain-lain, hingga pemeriksaan tambahan jika calon Taruna dilihat ada keluhan serius.

Sementara seleksi psikologi dilakukan untuk meyakinkan para calon Taruna memenuhi syarat secara mental kepribadian. Test Psikotes meliputi penilaian kepribadian, ketelitian, loyalitas dan ketahanan mental untuk siap bekerja di bawah tekanan.

Tak hanya itu, untuk mencapai standar profesionalisme pendidikan, para calon Taruna melewati tiga hari masa orientasi untuk melatih kemampuan mental, fisik, dan kerja sama antar tim. Setelah mereka melawati proses seleksi ini. para Taruna Akademi Demokrat kemudian mengikuti pendidikan Tahap Pratama.

Tahap Pratama (Pendidikan Dasar) berlangsung selama 14 hari. Di sini, Taruna belajar bagaimana menyelenggarakan kampanye yang efektif dan efisien (how to run a political campaign). Pendidikan dilaksanakan di luar dan dalam ruangan, di Ciburial, Jawa Barat. Selama mereka mengikuti pendidikan ini, para Taruna tinggal di tenda-tenda.

Setelah melewati tahap pertama, Taruna melanjutkan pendidikan ke Tahap Madya (pendidikan lapangan), yang dilakukan selama lima bulan. Pada masa ini, Taruna menjadi bagian dari tim sukses para caleg di masing- masing dapil serta melaksanakan pembelajaran jarak jauh (distance learning).

“Akademi Demokrat adalah salah satu sarana pendidikan politik bagi kader muda Partai Demokrat. Saya menyebutnya, AKABRI-nya Partai Demokrat. Mereka ditempa dan dididik dengan tripola dasar yaitu akademik, jasmani, dan mental-kepribadian,” ujar AHY. “Gagasan ini merupakan bagian besar dari blueprint Partai Demokrat untuk menjadi partai yang maju dan modern di masa depan, yang diawaki oleh kader-kader yang memiliki kapasitas dan integritas,” lanjutnya.

Dari 278 Taruna yang mengikuti tahap pertama dan kedua, 45 Taruna lolos mengikuti Tahap Utama. Dari tanggal 5 Desember 2019 hingga satu minggu ke depan, para Taruna yang lolos pendidikan Tahap Pratama dan Tahap Madya, akan dilatih, dididik dan dibekali dengan berbagai materi yang berguna dalam menjalankan tugas mendampingi para Anggota Legislatif melaksanakan tugas sehari-hari. (dna/csa)