Jakarta: Karena kuatnya chemistry yang terbangun antara Partai Demokrat dan Nahdlatul Ulama (NU), Ketum AHY menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas restu PBNU agar warga Nahdliyyin bergabung ke Partai Demokrat. “Kami baru saja mendapatkan informasi dari DPD Partai Demokrat Jatim yang menginformasikan banyak Ibu-Ibu Muslimat NU di Surabaya dan sekitarnya yang baru-baru ini berbondong-bondong bergabung ke Partai Demokrat dan langsung mendapatkan KTA baru Partai Demokrat. Tentu ini kabar yang sangat menggembirakan,” kata AHY di Kantor PBNU Jakarta.

Karena itu, AHY sangat senang jika ke depan PBNU berkenan “mewakafkan” lebih banyak kader-kader terbaiknya, untuk bergabung dan berjuang bersama Partai Demokrat. “Sebab, kami paham, NU memang tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana,” kata AHY.

Ke depan, AHY menyatakan Partai Demokrat siap menjadi “rumah yang nyaman” bagi warga Nahdliyyin se-nusantara.

Menurut AHY, hal itu penting ditekankan, karena Partai Demokrat ini memiliki kesamaan dengan NU. Jika dalam ber-Islam, NU adalah garda terdepan dalam memperjuangkan corak Islam yang moderat, tengah, atau yang kita sebut sebagai Islam wasathiyyah, maka Partai Demokrat juga konsisten menjadi simbol perjuangan politik yang moderat, partai tengah, nasionalis-religius dan tidak ekstrim kiri (ultra-nasionalis) maupun ekstrim kanan.

“Saat banyak pihak mengeksploitasi politik identitas, kami berusaha istiqomah untuk tidak tergoda dan tetap berada di tengah untuk menjaga keseimbangan. Jadi, khittah atau garis perjuangan politik Partai Demokrat memiliki kesamaan dengan garis perjuangan Nahdlatul Ulama dalam mempromosikan nilai-nilai keislaman. Kami sama-sama bercorak “wasathiyyah”, atau ‘tengah’ dan moderat. Jadi wajar jika Partai Demokrat memiliki chemistry yang kuat dengan NU”, kata AHY.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyarankan Ketum AHY agar lebih sering mengajak dan merayu warga Nahdliyyin untuk masuk ke Partai Demokrat. “Demokrat silakan pandai-pandai merayu Nahdliyin” kata Said Aqil Siroj. (csa/adw)